Jombang – Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Jombang menggelar Kuliah Profesor dengan menghadirkan Evi Fatimatur Rusydiyah, Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi sekaligus Kepala Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan yang berlangsung di Aula Hj. Churriyah pada Senin (1/6/2026) tersebut mengangkat tema “Literasi Masa Depan: Menjaga Deep Reading di Tengah Disrupsi Digital.” Kuliah ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika IAIBAFA sebagai bagian dari upaya penguatan budaya literasi di lingkungan kampus.

Dalam pemaparannya, Prof. Evi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan mengonsumsi informasi. Meskipun teknologi memberikan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan, arus informasi yang cepat juga berpotensi mengurangi kemampuan membaca secara mendalam (deep reading), yang menjadi salah satu fondasi penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan intelektual.

Menurutnya, deep reading tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami isi bacaan, tetapi juga melatih daya analisis, berpikir kritis, serta kemampuan reflektif. Keterampilan tersebut sangat dibutuhkan oleh generasi masa depan agar mampu menyaring informasi secara bijak dan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif di tengah derasnya informasi digital.

Prof. Evi juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem literasi yang kuat. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis. Oleh karena itu, sivitas akademika didorong untuk memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa meninggalkan kebiasaan membaca yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, IAIBAFAmenegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik dan literasi sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Kuliah Profesor ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen untuk terus mengembangkan tradisi intelektual, sehingga mampu menghadapi tantangan era digital dengan wawasan yang luas, kritis, dan berkarakter.