Sejarah Pendirian
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) merupakan fakultas terbesar di Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Jombang, baik dari segi jumlah mahasiswa maupun jumlah program studi. FTK mengelola tiga Program Studi yang menyelenggarakan pendidikan di bidang keguruan dan manajemen pendidikan Islam.
Akar sejarah FTK dapat ditelusuri hingga tahun 2008, ketika Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menjadi salah satu dari dua prodi pertama yang dibuka saat IAIBAFA masih berstatus Sekolah Tinggi Islam (STI) Bani Fatah berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor Dj.I/302/2008. PBA merupakan prodi yang secara organik lahir dari tradisi pesantren Tambakberas yang telah lama dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Arab di Jawa Timur.
Ketika IAIBAFA beralih status menjadi Institut pada tahun 2014 berdasarkan SK Dirjen Nomor 3776 Tahun 2014, PBA bergabung dalam wadah FTK yang baru dibentuk, bersama dua prodi baru yang ditetapkan melalui SK Dirjen Nomor 3536 Tahun 2014, yaitu Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Dalam perkembangan terakhir, FTK meraih pencapaian akreditasi tertinggi di IAIBAFA: Prodi MPI dan PGMI berhasil meraih akreditasi Baik Sekali dari LAMDIK pada tahun 2026, menjadikan keduanya sebagai prodi unggulan yang menjadi kebanggaan institusi. Capaian ini mencerminkan komitmen FTK dalam penyelenggaraan pendidikan keguruan yang bermutu tinggi.
Visi
Menjadi fakultas yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan keguruan dan manajemen pendidikan Islam yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing, bercirikan tradisi pesantren dan berparadigma Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah al-Nahdliyah, guna mencetak tenaga pendidik dan kependidikan Islam yang profesional pada tahun 2034.
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan keguruan dan manajemen pendidikan Islam yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, berbasis tradisi pesantren Tambakberas
- Menghasilkan lulusan yang kompeten sebagai pendidik bahasa Arab, manajer pendidikan Islam, dan guru MI yang profesional, berakhlak mulia, dan berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Melaksanakan penelitian yang menghasilkan inovasi pembelajaran, model manajemen pendidikan, dan pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang dapat diaplikasikan secara nyata.
- Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan guru, pengembangan lembaga pendidikan Islam, dan pelatihan yang bermanfaat bagi madrasah dan pesantren.
- Membangun kerja sama strategis dengan Kementerian Agama, Kemendikbudristek, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam untuk memperkuat kompetensi dan daya saing lulusan
Tujuan
- Menghasilkan sarjana Pendidikan Bahasa Arab yang menguasai kompetensi linguistik Arab dan metodologi pengajaran bahasa Arab secara teoritis dan praktis.
- Menghasilkan sarjana Manajemen Pendidikan Islam yang mampu merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi lembaga pendidikan Islam secara profesional.
- Menghasilkan sarjana Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang kompeten dalam pembelajaran terpadu di kelas rendah dan tinggi MI, berbekal pemahaman perkembangan anak yang holistik.
- Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas moral, karakter pendidik yang teladan, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
- Mewujudkan FTK sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang unggul dan dirujuk oleh lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur.
Keunggulan dan Ciri Khas
- Dua prodi unggulan berakreditasi Baik Sekali — MPI dan PGMI meraih akreditasi tertinggi di IAIBAFA, mencerminkan mutu penyelenggaraan pendidikan keguruan yang diakui secara nasional oleh LAMDIK.
- Fakultas terbesar IAIBAFA — dengan 397 mahasiswa aktif (53% dari total mahasiswa Institut) dan 16 dosen tetap, FTK menjadi tulang punggung akademik IAIBAFA.
- Relevansi tinggi dengan kebutuhan masyarakat — lulusan FTK mengisi kebutuhan guru bahasa Arab, manajer pendidikan, dan guru kelas di madrasah ibtidaiyah yang sangat besar di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam.
- Tradisi keguruan berbasis pesantren — FTK mengintegrasikan kompetensi pedagogik modern dengan nilai-nilai keguruan Islam tradisional yang diteladankan para ulama pesantren Tambakberas.
- Serdos tertinggi di IAIBAFA — 5 dari 16 dosen FTK telah tersertifikasi, dengan 3 sertifikasi baru diraih pada 2024–2025, mencerminkan peningkatan profesionalisme dosen yang konsisten.
Struktur Organisasi



