Tutup Kajian Ramadan, Ini Pesan Rektor IAIBAFA Tambakberas

Jombang, Rektor Institut Agama Islam Bani Fattah, Dr KH Abdul Kholik Hasan mengatakan jika dalam proses ngaji kitab Al-Hikam itu bukan hanya sekedar ngaji berdasarkan otak, tapi ngaji berdasarkan hati.

Hal ini disampaikannya pada acara penutupan kajian Ramadan di lantai dua auditorium Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Tambakberas, Ahad (17/4/2022).

Rangkaian acara penutupan ini dimaksudkan untuk menutup kajian beberapa kitab yang telah dimulai dari tanggal 1 Ramadan, seperti Kitab al-Hikam karya Ibn Athailah as-Sakandari yang diampu Rektor Institut Agama Islam Bani Fattah, Dr KH Abdul Kholik Hasan.

Ada juga kajian kitab As-Sittina al-Adliyyah oleh Pengasuh Pesantren Al-Amanah Ibu Nyai Hj Bashirotul Hidayah, pelatihan Faroidl oleh Kiai Abdul Jabbar Hubby, pelatihan hukum haidl oleh Kiai Syuhada’, kajian kitab al-Kabair karya Muhammad Adz-Dzahabi bersama Bapak H. Fathoni.

Tidak hanya itu, dalam ilmu fikih ada juga kajian kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilafi al-Aimmah oleh Dosen IAIBAFA Bapak Moch Nurcholis dan kajian kitab Maqashid al-Shoum oleh Bapak H Faishol Rizal.

“Ketika ngaji kitab Al-Hikam maka kita harus bisa untuk mengelola hati masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, yang menarik dari penutupan kajian Ramadan kali ini ialah, para mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti kajian Ramadan diijazahi sanad keilmuan secara langsung dari kitab yang dibaca. Diharapkan setelah itu bisa disebarluaskan nanti ketika kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Setelah penutupan kajian kitab, acara selanjutnya yaitu pembacaan doa bersama pengisi kajian masing-masing dan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

“Jika sekarang kalian belum paham, yakinlah suatu saat pasti akan paham, karena tidak ada ilmu kecuali dari Allah SWT”, tandas KH Abdul Kholiq yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

(Naily/Sania)

Dok.