IAIBAFA GELAR SEMINAR NASIONAL DALAM RANGKA LAUNCHING INSTITUT

SEMINAR NASIONAL IAIBAFAIAIBAFA – Dalam rangka Launching Institut dan pembukaan awal perkuliahan tahun ajaran 2014/2015 Institut Agama Islam Bani Fattah (IAI-BAFA) menggelar Seminar Nasional pada Selasa (11/10/2014) di Auditorium kampus. Hal ini sebagai bentuk pemanasan bagi mahasiswa baru, dan pada kesempatan ini mengambil tema “Peran Hermeneutik Dalam Konstruksi Tafsir Kontemporer” dengan mendatangkan narasumber Dr. phil. Sahiron Syamsuddin, MA., ketua jurusan IAT Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga. Selain itu, panitia seminar juga mengundang Dr. KH. Musta’in Syafi’i, M. Ag., salah seorang pakar tafsir nasional sekaligus penulis buku “Tafsir Qur’an Bahasa Koran”, sebagai pembanding dalam kegiatan seminar tersebut.Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09:00 ini mendapat antusiasme tinggi dari seluruh mahasiswa, terbukti auditorium kampus di penuh oleh mahasiswa.

Pada kesempatan itu Dr. phil. Sahiron Syamsuddin, MA. menyampaikan bahwa, meskipun hermeneutika tidak ada dalam tradisi islam, dan merupakan tradisi barat hendaknya kita mempelajari hermeneutika. Tujuannya sederhana, yaitu mengembangkan ulumul qur’an sampai pada filosofi, atau kalau bisa sampai pada filsafat hermeneutika, dan untuk sampai ke situ maka kita harus belajar dari tradisi barat. Beliau juga memaparkan kenapa hermeneutik harus diintegrasikan dengan ulumul qur’an, antara lain :

  1. Tradisi menggabungkan ilmu-ilmu pengetahuan sudah dilakukan oleh ulama terdahulu, seperti al-Farabi mempelajari filsafat dari Yunani, Abul Hudzail belajar aphorisme di Yunani untuk memperkuat ilmu kalam, bahkan konon, Imam Syafi’i mempelajari logikanya Aristoteles sehingga muncul ilmu Qiyas, dll. Intinya integrasi keilmuan sudah dilakukan oleh ulama terdahulu.
  2. Hermeneutika dan ulumul qur’an memiliki beberapa objek yang sama, salah satunya adalah teks, sehingga kemungkinan ada integrasi di sini.
  3. Teori-teori hermeneutika bisa memperkuat ulumul qur’an
  4. Ulumul qur’an bisa dikembangkan lebih baik lagi, dan barang tentu interpretasi terhadap al-qur’an juga bisa dikembangkan untuk masa sekarang ini dengan menggunkan teori hermeneutik.

Seminar nasional ini diakhiri dengan closing statement yang disampaikan oleh moderator bahwa Peran hermeneutika dalam konstruksi tafsir kontemporer menjadi sebuah suplemen, bukan untuk mengganti term of ulumul qur’an. Apa yang ada dalam hermeneutika tidak semuanya bisa disintesiskan dengan ulumul qur’an, ada beberapa yang hanya sebagai value of science.

DOWNLOAD AUDIO

 

Leave a Reply